Perpustakaan di Bandung
| Foto dari halaman depan, gedung utama perpustakaan |
Pagi yang cerah kala kebanyakan orang baru saja tiba dikantor atau tempat kerjanya, badan dan pikiran yang masih setengah nyawa, dengan bantuan kopi panas instant untuk mendamaikan segala yg ada.
Lain dengan gua yang so so an berupaya keluar, membuat jalan baru dari rutinitas itu. Di pagi itu gua putusin untuk pergi ke tempat yg belum pernah gua datangi sebelumnya, baru tahu malah dari sebuah stasiun radio lokal, sebuah perpustakaan besar di kota gua, Perpustakaan umum Dispusipda Jabar.
Di parkiran banyak mahasiswa/i yang baru datang memarkirkan kendaraanya, kalo di jamam gua segerombolan datang ke perpustakaan seperti itu biasanya bukan karenah kehendak sendiri melainkan terpaksa karena ada tugas kelompok. Tapi semoga tidak, kalaupun iya semoga awal bagi mereka untuk tertarik datang ke perpustakaan.
Seperti yg selalu digambarkan soal perpustakaan di film-film, ada kartu keanggotaan, loker buat nyimpen barang, lobby tempat santai, ada lift juga karena ada 4 lantai, dan tentu deretan rak diisi buku-buku dan tersusun rapi. Dan tentu saja yang terpenting kamu bisa pinjam dan bawa pulang bukunya dalam kurun waktu tertentu. Inilah gambaran gua soal perpustakaan kurang lebihnya, yang beberapa waktu kebelakang gambaran gua ini dirusak.
Sebelum ke tempat ini, perpustakaan yang gua kunjungi 11-12 dengan perpustakaan yang ada disekolah-sekolah negeri, yang kebanyakan diisi buku-buku pelajaran dimana lo udah merasa mual mencoba mencerna apa yg guru jelaskan dikelas, kemudian mau ditambah lagi dengan buku-buku itu diperpustakaan? Oh sungguh hal yang sangat menjengkelkan datang ke perpustakaan.
Perpustakaan itu sangat kecil, setelah gua berkunjung ke perpustakaan yg sekarang dan baru tahu bandingannya. Jangankan untuk meminjam, mencari buku yg sedang diminati pun sangat untung-untungan, lebih ke belum pernah dapet yang dicari. Kalaupun ada yg diminati setelah dipilih dengan jeli dan begitu randomnya, lo hanya bisa membacanya disana sampai jam 14.00 siang, luar biasa bukan? Bayangkan seperti apa minat gua tumbuh dalam suasana sperti itu. Ah tapi kadang gua ada maksud lain ketika datang kesana, apa itu? Ya benar... nge Wi-Fi. Walaupun kecepatannya biasa-biasa saja.
Namun kali ini pada akhirnya gua merasakan meminjam buku bak di film-film dari perpustakaan, dengan kartu keanggotaannya, dan sekali lagi merasa menjadi bagian dari sesuatu. Ada juga hal yang perlu ditingkatkan menurut gua, yaitu gak banyak orang yang tahu soal ini, sebuah perpustakaan besar dengan bukunya yg cukup lengkap.
Bayangkan saja, gua baru tahu ini di umur gua yg 28 tahun, perpustakaan sebesar ini di kota gua sendiri... gua baru tahu.
Dan kalaulah bukan karena kepepet juga gua gak bakalan tau perpustakaan ini. Di momen keadaan ekonomi gua semakin hari kian menurun, membeli sebuah buku rasanya bukanlah pilihan bijak kecuali buku itu bisa menghasilkan uang.
Sebuah buku yang beberapa kali memancing mata gua dari judulnya, kemudian merayap ke rasa penasaran, lalu baca review sana-sini. Nampaknya kehidupan gua semakin hari semakin relate ke isi buku tersebut yg gua baca sekilas. Karena sangat ingin membaca buku itu tanpa mengeluarkan uang sampailah ke perpustakaan ini, dan menjadi buku pertama yg gua pinjam dari perpustakaan.
Buku itu berjudul "Down and Out in Paris and London" karya George Orwell.
Komentar
Posting Komentar