Another Sh*t Happen
Mendinginkan Kepala
Jadi baru-baru ini hal yang udah cukup lama gw alami, kembali lagi terjadi. Hal yg gw naksud ialah Ngaret, ke ngaretan. Dulu banget gw pernah ngalamin kejadian yang bener-bener mindblowing, dan ini dilakukan oleh orang-orang katanya terdidik. Oh iya lo tau kan artinya ngeret, yaitu : "ketika lo, punya jadwal di waktu tertentu, tapi lu telat-telatan datanya, konotasinya ke arah negatif, gw anggap ngaret ketika hal ini dilakukan dengan sengaja, atau kalau tidak sengaja tapi gak ada komunikasi kenapa lo ngaret.
Lingkungan Pendidikan
Oke, soal cerita gw tadi, dulu waktu gw kuliah (wktu gw sempet kuliah a.k.a. gak beres) pernah ada kegaitan maahsiswa ynag dia bikin jadwal dihari dan jam yang sudah ditentukan. Kalo gak salah waktu itu di jadwalkan acaranya akan dimulai atau seluruh peserta sudah ada ditempat pukul 06.30. Jam tersebetu adalah jam yg buat gw gak biasa untuk berangkat-berangkatan dari rumah ke suatu tempat, sehingga membutuhkan effort yang maksimal untuk mampu memenuhi jadwat tsb. But i managed to arrive on time. Which mean.. shit.
Dan datang tepat waktu itu ternyata adalah sesuatu yang salah, (whaaat), yah salah biar gw jelasin. Ketika gw datang ke kampus disutu baru cuma ada satu orang kalo gak salah, kemduian bersaleng lama barulah datang satu, SATU dari panitianya. Kontyol eh konyol.
Ada yang lebih konyol ketika si panitia itu bilang, sebeneranya jadwal aslinya itu bukan jam 06.30 tapi jam 8.00 atau 9.00 lah gw lupa, yag initinya gw nunggu lama, bingit, sampe semua orang berkumpul, termasuk para panitianya itu. woooohh. Dia buat pengumuman seperti itu karena sudah mengantisipasi orang-orang pasti bakal ngaret.
Dengan kata lain gw dan orang yang datang berusaha dengan susuah payah, high effort buat tepat waktu dianggap NOTHING, seolah-olah nogmong "Ngapai lo datang jam segini?" Dan ini terjadi di lingkungan Mahasiswa.
---
Situasi masih sama, bahkan lebih parah (kah?)
Dan hal semacam ini masih terjadi dalam hidup gw, ketemu dengan orang-orang yang merasa biasa saja dengan ngeretnya. I know, soomteimes ada hal-hal yg gak bisa dihindari, tapi lo bisa komunikasi, kalo kasusu gw sekarang dari mulai yg ngjakain, terus orang yg punya acaranya sama sekali gak ada kom.
Kalau saja posisinya di balik, yang keluar dari mulut mereka adalh dalil demi dalil, tapi kalo mereka yang perbuat "mohon bersabar, ini bagian dari ujian, bagian dari perjuangan" meh..
Kalo diawal terjadi dilingkungan kampus, yg sekarang terjadi dilingkungan yg statusnya lebih tinggi lagi, yang merkea mengkalim dirinya pengiktu Muhammad.
----
*Oh yeah, sebenarnya dari sekian banyak orang yg ditemui hanya ada satu orang yang melebihi ekspektasi gw, yang mengtakan bahwa ini "ya ini kebiasaan buruk yang sudah dari lama dan harus dirubah". Kalo yg lain, jangankan untuk berkeinginan MENGUBAH, utk menyadari dan mengakui itu salah saja tidak.
Komentar
Posting Komentar